Home | Artikel | Tsunami Birokrasi Pascapilkada
2013-06-10 01:03:46

Oleh  Toto Subandriyo

Asisten Administrasi Pembangunan Sekda Kabupaten Tegal

Kemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko dalam Pilgub Jawa Tengah beberapa hari lalu tidak saja melegakan kalangan birokrasi pemerintah provinsi, tetapi juga birokrasi pemerintah kabupaten/kota se Jawa Tengah. Bukan rahasia lagi bahwa selama prosesi pilgub, internal birokrasi terjadi perpecahan. Terjadi sekte-sekte dalam birokrasi, bukan saja di lingkup pemerintahan provinsi, tetapi juga menyebar ke kabupaten/kota se Jawa Tengah.

Secara kasat mata birokrasi pemerintah terjebak dalam aksi dukung mendukung pasangan calon. Sebagian mendukung pasangan calon petahana Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo, sebagian mendukung pasangan sekretaris daerah Hadi Prabowo-Don Murdono, serta sebagian lagi mendukung pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko. Sekte-sekte ini langsung memanaskan suhu politik begitu kedua pasangan tersebut memproklamirkan diri maju dalam Pilkada.

Merasa lega karena yang tampil sebagai pemenang bukan salah satu dari pasangan Bibit Waluyo-Sudijono Sastroatmodjo atau pasangan Hadi Prabowo-Don Murdono. Kalau pemenangnya salah satu dari pasangan ini, sudah dapat dipastikan pascapilgub akan terjadi peristiwa tsunami birokrasi. Mutasi besar-besaran akan menimpa birokrat pendukung lawan calon gubernur yang menjadi pemenang.

 Fenomena seperti ini bukan hanya terjadi di Jawa Tengah saja. Kita telah sering menyaksikan dinamika sosial politik yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia akibat tidak netralnya birokrasi dalam Pilkada. Mulai dari gugatan terhadap keabsahan hasil pilkada, hingga terjadinya peristiwa tsunami birokrasi. Peristiwa tsunami birokrasi merupakan pelampiasan dendam politik dari pasangan calon kepala daerah yang memenangkan peperangan.

Tanpa antisipasi yang memadai, penulis yakin peristiwa seperti ini boleh jadi merupakan fenomena puncak gunung es yang akan banyak terjadi di kemudian hari seiring maraknya pelaksanaan pilkada di berbagai daerah di Indonesia. Pasalnya, meski era reformasi di negeri ini telah berlangsung lebih dari lima belas tahun, namun praktik politisasi birokrasi sepertinya tak pernah surut.

Simalakama

Bagi kebanyakan pejabat di daerah, prosesi pilkada bukan lagi merupakan ajang pesta demokrasi lima tahunan untuk memilih kepala daerah, namun lebih dari itu pilkada juga merupakan penentu kelangsungan jabatan dan karirnya. Seorang teman yang kebetulan menjabat kepala dinas di sebuah kabupaten pernah berkisah bahwa ia tidak dapat tidur saat pilkada di daerahnya diikuti oleh tiga pasang calon. Pasangan pertama adalah pasangan Bupati petahana (incumbent), pasangan kedua pasangan Wakil Bupati petahana, dan pasangan ketiga adalah pasangan Sekretaris Daerah.

Bagi seorang pejabat daerah, situasi seperti ini ibarat "makan buah simalakama", situasi yang serba tidak menguntungkan. Diakui atau tidak, dalam setiap pilkada sekecil apapun intensitasnya selalu ada upaya untuk menggoyang netralitas birokrasi baik secara kasat mata maupun tersembunyi. Melalui berbagai modus, kemasan, dan cara, tangan-tangan kekuasaan berusaha menyeret birokrasi ke ranah  politik.

Akibatnya, birokrasi terjebak dalam aksi dukung mendukung kepada pasangan calon. Jangan harap bahwa mengambil sikap netral, tidak ikut aksi dukung mendukung  akan membuat posisi "aman". Stigma "tidak loyal" akan segera dilekatkan padanya. Pascapilkada terjadilah fenomena "tsunami birokrasi" itu. Dendam politik dari pemenang perang dilampiaskan dalam bentuk mutasi para pejabat struktural yang mendukung lawan politiknya. Beberapa diantaranya bahkan dicopot dari jabatannya (demosi) digantikan figur dari tim sukses dan pendukung si pemenang sebagai balas budi politik.

Kondisi birokrasi seperti itu tentu tidak sehat dan tidak boleh dibiarkan berlarut-larut. Sebuah ungkapan Latin tegas menyatakan: "penyalahgunaan kekuasaan tidak boleh dibiarkan menjadi sebuah kebiasaan" (abusus non tollit usum). Bagaimanapun birokrasi pemerintah mengemban tiga fungsi utama pemerintahan, yaitu pelayanan publik, pelaksanaan pembangunan, dan perlindungan masyarakat. Mengingat betapa strategisnya posisi mereka, netralitas birokrasi di semua lini  merupakan sebuah keniscayaan (conditio sine qua non).

Pendekatan politik yang terlalu kuat akan berakibat pada kurang optimalnya kualitas layanan masyarakat, serta akuntabilitas publik terabaikan. Kondisi seperti itu membuka peluang terjadinya penyalahgunaan kekuasaan (abuse of power). Dari sinilah praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) bermula dan berkembang biak.

Dalam perspektif Hegel, seorang birokrat harus mampu menempatkan diri sebagai agen penghubung antara kepentingan negara/daerah dan rakyat. Sebagai agen, posisi birokrat itu seperti wasit yang harus rasional dalam melihat dua kepentingan itu. Birokrasi harus mendahulukan kesejahteraan umum (bonum commune), sehingga tidak boleh terkontaminasi kepentingan politik.

Telah banyak Undang-undang (UU) dan peraturan yang secara tegas mengatur netralitas birokrasi (baca: PNS) dalam kehidupan politik. Antara lain UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah, UU Nomor 43 Tahun 1999 tentang Pokok-Pokok Kepegawaian, Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS, dan masih banyak lagi lainnya.

Terkait pilkada, netralitas PNS harus dimaknai sebagai upaya menjaga jarak yang sama terhadap semua pasangan calon kepala daerah dan latar belakang politiknya. Semua itu telah ditegaskan dalam pasal 79 ayat (4) dan pasal 80 UU Nomor 32 Tahun 2004. Netralitas PNS dalam Pilkada juga ditegaskan dalam PP  Nomor 53 tahun 2010 khususnya pasal 4 butir (14) dan (15) yang melarang PNS memberikan segala bentuk dukungan kepada calon kepala daerah/wakil kepala daerah.

Tidak perlu ada tsunami birokrasi pascapilkada di Jawa Tengah. Tidak perlu ada bagi-bagi jabatan sebagai bentuk balas budi para pendudung dengan "mengkotakkan" pejabat lama yang dinilai tidak punya andil dalam pemenangan pilkada. Jika semua ini dapat diwujudkan, maka kemenangan pasangan Ganjar Pranowo-Heru Sudjatmoko menjadi lebih sempurna. Sifat negarawan sejati akan melekat pada diri mereka.***

TOTO SUBANDRIYO

Artikel Lainnya

Oleh Muhamad Dhofir

Guru merupakan profesi yang tidak mudah. Anggapan bahwa orang yang telah menjalani profesi guru bertahun-tahun, lalu dianggap guru berpengalaman, cakap dan baik, menurut saya keliru. Dalam konteks yang luas, semua orang bisa menjadi guru; orang yang mampu memberikan teladan dan nasihat yang baik, bisa dianggap sebagai guru. Alam sekitar bisa menjadi guru. Juga, hal apapun yang memberikan kesadaran positif pada kita adalah guru, seperti pada ungkapan "pengalaman adalah guru yang terbaik". Tetapi, sejatinya, menjadi guru di sebuah sekolah bukanlah perkara gampang.

Detail artikel »

Oleh: K. Anam Syahmadani

Bupati Tegal Enthus Susmono dan wakilnya Umi Azizah hampir dua tahun memimpin Kabupaten Tegal yang memiliki 18 kecamatan, 6 kelurahan dan 281 desa. Sesuai amanat undang-undang, Enthus dan Umi telah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk jangka waktu lima tahun. RPJMD memuat arah kebijakan keuangan, strategi pembangunan, kebijakan umum, program Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), lintas SKPD, dan program kewilayahan disertai dengan rencana-rencana kerja dalam kerangka regulasi dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif.

Detail artikel »

Oleh Moh Fajrul Falak

Dua tahun berlalu era kepemimpinan Bupati Enthus Susmono. Dengan jargon "Empat Cinta", keduanya eksis bekerja merealisasikannya. Sebagai warga yang dipimpinnya, sudah sepantasnya kita berhak ikut serta membangun. Istilah sekarang adalah era partisipatorinya rakyat. Rasanya harus ada urunrembug yang nyata sebagai masukan beliau untuk mewujudkan empat cinta tersebut. Sejalan dengan niat membantu, kiranya inilah buah pemikiran yang bisa penulis sampaikan.

Detail artikel »

Oleh : Agus Riyanto, S.Pd

Metode pembelajaran klasik sering kali membuat anak merasa tidak nyaman berlama-lama berada di kelas. Tetapi, diakui atau tidak metode tersebut masih banyak digunakan oleh sebagian para guru/pendidik di sekolah formal maupun non-formal. Anak diatur dalam tempat duduk yang berjajar rapi dari pagi hingga waktu pulang. Sesekali guru menyuruh mereka maju untuk mengerjakan soal dipapan tulis, membuat kelompok-kelompok belajar, atau sekedar diminta menggambar bila guru sedang malas mengajar.

Detail artikel »

Oleh Bimo Aji Dimas Danindro *)

Kabupaten Tegal merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah yang memiliki letak strategis karena berada dalam segitiga jalur Jakarta-Purwokerto-Semarang sehingga memiliki prospek bisnis yang baik bagi para investor. Selain itu ditunjang dengan luas wilayah mencapai 88 ribu hektar serta topologi wilayah yang cukup lengkap membuat potensi Tegal di Sektor Primer juga cukup menjanjikan. Dua potensi tersebut merupakan contoh dari modal yang dimiliki Kabupaten Tegal dan harus dimanfaatkan secara optimal oleh pemerintah daerah dalam upaya pembangunan melalui kebijakan yang komprehensif.

Detail artikel »

Oleh Sulistiyaningsih, S.Pd *)

Perkembangan zaman modern sekarang ini memberikan banyak sekali tantangan yang harus kita hadapi. Anak-anak sebagai generasi penerus bangsa harus mempersiapkan "bekal" untuk dapat menghadapi tantangan-tantangan di masa depan mereka kelak. Pembekalan tersebut dapat diperoleh melalui proses pendidikan. Masa usia dini merupakan saat yang tepat untuk membangun dan membentuk generasi yang berkarakter mulia (ber-akhlakul karimah), memiliki logika berpikir yang cerdas, dan life skill yang bisa diandalkan dikemudian hari.

Detail artikel »

Oleh : M. Chandra F. I. *)

Dalam era globalisasi saat ini, tidak dapat dipungkiri bahwa teknologi sangat bermanfaat dalam membantu semua kegiatan kita, baik dalam kegiatan di lingkungan kerja maupun kehidupan kita sehari-hari. Sekarang hampir setiap perusahaan dalam menjalankan bisnis operasinya menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktifitas maupun layanannya, teknologi juga sangat bermanfaat dilingkungan pemerintahan terutama untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat sebagai contoh Sistem Informasi.

Detail artikel »

Oleh : Agung R. Pamungkas, A.Md *)

Teknologi informasi saat ini sudah menjadi kebutuhan setiap perusahaan, secara umum teknologi informasi dapat diterapkan di segala bidang bisnis, baik dari bidang pelayanan masyarakat, rumah sakit, pendidikan, pemerintahan, swasta dll. Setiap bisnis yang menggunakan teknologi informasi secara efektif mereka akan memproses informasi dengan cepat.

Detail artikel »

Oleh : M Chandra F I *)

Apa itu JQuery? Bagi banyak orang mungkin tidak tahu apa itu jquery, tetapi bagi para programmer terutama programmer web pasti sudah banyak yang mengetahuinya. JQuery itu sendiri merupakan librari javascript yang digunakan pada aplikasi/program berbasis web seperti HTML. Dengan JQuery, kita bisa melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh HTML, sebagai contoh kita bisa melakukan sesuatu pada halaman website tanpa perlu me-refresh halaman itu sendiri jadi terasa lebih ringan. Di bawah ini, saya akan menjelaskan tentang JQuery lebih detail.

Detail artikel »

Oleh : M. Chandra Fighi I *

Setelah sebelumnya Microsoft meluncurkan Sistem Operasi terbarunya Windows 10 dalam versi beta, sekarang Microsoft telah meluncurkannya dalam versi final. Window 10 adalah Sistem Operasi terbaru milik Microsoft yang digadang-gadang bisa menjadi Sistem Operasi yang lebih baik dari Windows 8. Kehadiran Windows 10 sebenarnya tidak terlepas dari kegagalan Windows 8 saat pertama dirilis 2 tahun lalu. Saat itu, Windows 8 diharapkan bisa mendulang sukses dipasaran seperti pendahulunya. Microsoft merombak besar-besaran tampilan Windows 8 demi mengoptimalkannya untuk layar sentuh. Dan yang paling fatal adalah Microsoft menghilangkan tombol Start yang hampir 17 tahun terdapat pada Sistem Operasinya. Sebagai ganti dari tombol Start tersebut, Microsoft membuat Start Screen yang bisa diakses dengan menekan logo Windows di Keyboard.

Detail artikel »

 

1 2 3 4 5 6 next »

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 9.500 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 9.000 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 12.000 / Kg
Minyak Goreng (Bimoli Botol) 1 liter : 14.000 / Liter
Minyak Goreng Curah ( tanpa Merk ) : 17.500 / Kg

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 04 Februari 2015