Demografi

 

Data jumlah penduduk Kabupaten Tegal selalu dinamis, karena banyak penduduk Kab. Tegal yang merantau (misalnya di Jakarta sebagai pengusaha warteg, pandai besi) akan tetapi mereka masih berdomisili di Kab. Tegal. Hal ini dapat kita lihat dari rekaman data penduduk Kab. Tegal. Tercatat sebelum sensus penduduk yaitu pada tahun 2011 adalah sebanyak 1.392.260 orang (693.287 laki-laki dan 698.973 perempuan), sedangkan pada tahun 2012 naik menjadi 1.421.001 jiwa, sedangkan pada tahun 2013 naik menjadi 1.415.009 jiwa dan pada tahun 2014 jumlah penduduk Kab. Tegal menjadi 1.420.132 jiwa. Angka Kepadatan penduduk dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Kepadatan penduduk tersebut berturut-turut dari tahun 2011-2014 adalah sebagai berikut: 1.587 orang/km²; 1.593 orang/km²; 1.617 orang/km² dan 1.806 orang/km². Sementara itu, laju pertumbuhan alamiah penduduk tahun 2011-2015 adalah 0,07%.

Di bidang ketenagakerjaan, jumlah angkatan kerja Kabupaten Tegal terus mengalami kenaikan. Tercatat pada tahun 2011 berjumlah 988.871 orang, tahun 2012 sebanyak 1.008.845 orang, tahun 2013 sebanyak 1.008.971 orang, tahun 2014 terdapat 900.214 orang. Mayoritas penduduk Kabupaten Tegal masih bekerja di sektor pertanian dalam arti luas. Berdasarkan data yang ada pada tahun 2012 sebanyak 140.420 orang (7,78%) yang menggeluti lapangan kerja di sektor pertanian. Jumlah penduduk yang memilih sektor pertanian sebagai lapangan kerjanya, selama 4 tahun terakhir ini cenderung mengalami penurunan seiring dengan semakin berkurangnya lahan pertanian karena beralih fungsi. Disinyalir mereka beralih profesi ke sektor perdagangan, industri dan sektor lainnya. Terbukti jumlah penduduk yang berprofesi di sektor perdagangan pada tahun 2012 sebanyak 160.441 orang (8,89%). Sektor lainnya yang cukup diminati masyarakat adalah sektor industri pengolahan, dan sektor jasa kemasyarakatan yang masing-masing ditekuni oleh 112.244 orang (6,22 %) dan 74.532 orang (4,13 %).

Disadari bahwa bidang ketenagakerjaan di Kabupaten Tegal masih menyisakan berbagai persoalan, diantaranya masalah pengangguran. Jumlah pengangguran selama kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami fluktuasi. Tercatat pada tahun 2011 terdapat 302.990 pengangguran, dan di tahun 2012 jumlahnya mengalami peningkatan menjadi 187.686 orang, sedangkan di tahun 2013 turun menjadi 187.686 orang. Dengan semakin meningkatnya jumlah angkatan kerja, Pemerintah Kabupaten Tegal terus mendorong terbukanya lapangan kerja dan investasi yang selama ini belum menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Upaya penempatan TKI di luar negeri pun dilakukan. Jumlah TKI selalu meningkat dari tahun ke tahun. Pada tahun 2011 terdapat 461 orang TKI. Di tahun 2012 naik menjadi 490 orang, dan ditahun 2013 naik lagi menjadi 472 orang, sementara di tahun 2014 turun menjadi 110 orang dan tahun 2015 meningkat drastis menjadi 3.325 orang.

Hal penting lainnya terkait dengan ketenagakerjaan adalah Upah Minimum Regional (UMR). Dari tahun ke tahun UMR di Kabupaten Tegal terus mengalami peningkatan (rata-rata per tahun sebesar 9%). Pada tahun 2011 naik menjadi Rp 725.000,- Tahun 2012 naik menjadi Rp. 780.000,-  tahun 2013 dan 2014 menjadi Rp. 850.000,- dan pada tahun 2015 menjadi 1.100.000,-.

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan perkembangan yang positif dalam kurun waktu 3 tahun (2011-2014), tercatat pada  tahun 2011 adalah 71,09 dan pada tahun 2012 terjadi peningkatan kembali hingga angka 71,74 dan data IPM tahun 2013 adalah 72,2 dan di tahun 2014 menurun menjadi 71,15 dengan indikator penentu IPM yaitu angka melek huruf dari tahun 2011-2014 berturut-turut yaitu (89,20%; 89,25%; 89,47%; 90,1%). Keseriusan Pemerintah dalam meningkatkan pendidikan dasar dapat dilihat dari Angka Rata-rata Lama Sekolah dari tahun 2011-2015 menunjukkan tren yang positif, berturut-turut adalah (6,60; 6,62; 6,84; 6,90 dan 7,20 tahun). Sedangkan Angka Harapan Hidup juga menunjukkan tren positif tahun 2011 yaitu 68,79 tahun, tahun 2012 yaitu 69,08, tahun 2013 yaitu 69,38 tahun dan tahun 2014 naik menjadi 69,58 tahun. Sementara Indeks Daya Beli pada tahun 2011-2012 berturut-turut terdapat peningkatan yaitu: Rp. 643.480,- dan Rp. 646.190.

 

Sumber : Sistem Informasi Profil Daerah (SIPD) Kab. Tegal Tahun 2015 (Cetak Th 2016)

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 9.000 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 8.500 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 16.000 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 23.000 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.000 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 23 Juni 2016