♣   SMSLaporBupati di 085.6000.8070.9  ♣  
Kesejahteraan Sosial

Persoalan besar bagi semua daerah adalah menurunkan angka kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tegal dalam kurun waktu 2 tahun (2012-2013) menunjukkan tren positif/menurun, tercatat pada tahun 2012 pada angka 182.542 jiwa (13,11%), kemudian tahun 2013 turun menjadi 161.116 jiwa (10,75%). Batasan/garis keluarga/seseorang (garis kemiskinan) disebut miskin di wilayah Pedesaan pada tahun 2012 adalah Rp. 204.093,- dan pada tahun 2013 kembali naik menjadi Rp. 222.700,-. Sebagai wujud upaya penanganan masalah kemiskinan dengan digulirkannya program Raskin, dimana jumlah kuota penerima Raskin Kab. Tegal adalah sebanyak 161.116 orang.

Sebagai gambaran dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial perlu adanya rekam data jumlah penduduk rawan sosial dan sarana (seperti: anak jalanan, penderita sakit jiwa, gepeng, pekerja seks komersial, penderita HIV/AIDS, penderita narkoba, fakir miskin, balita terlantar, anak terlantar dan lain-lain). Jumlah penduduk rawan sosial cenderung fluktuatif dari tahun ke tahun. Di tahun 2012 sebanyak 98.838 jiwa, tahun 2013 turun menjadi 87.559 jiwa, tahun 2014 naik menjadi 97.243 jiwa dan tahun 2015 menjadi 95.628 jiwa. Masalah Sosial yang perlu memperoleh perhatian, yaitu banyaknya jumlah anak jalanan, meningkatnya jumlah pekerja seks komersial, dan bertambahnya penderita  narkoba. Pada tahun 2012-2015 jumlah anak jalanan berturut-turut adalah: 780 anak; 63 anak; 107 anak dan 103 anak. Penderita narkoba di Kab. Tegal dilihat dari data sangatlah mengkhawatirkan. Dapat menunjukkan sebagai berikut: pada tahun 2012 sebanyak 423 orang, di tahun 2013 meningkat lagi menjadi 431 orang, di tahun 2014 tetap 431 orang, di tahun 2015 jumlahnya menjadi 156 orang. Hal tersebut juga terjadi pada jumlah Wanita Tuna Susila atau Pekerja Seks Komersial (PSK) yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tercatat dari tahun 2011-2014 jumlahnya meningkat, dari 456 orang menjadi 462, 472, 498 orang. Banyaknya jumlah PSK tersebut terkait dengan besaran jumlah kasus HIV/AIDS, sebagaimana tercatat dalam data 2012-2016 yaitu: 100 orang di tahun 2012; 118 orang tahun 2013 dan tahun 2014 dan di tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 74. Sebagai upaya dalam penanganan masalah sosial tersebut, Pemerintah Daerah bekerja sama dengan masyarakat (lembaga sosial kemasyarakatan) berusaha memfasilitasi prasarana berupa panti asuhan, tercatat jumlah panti asuhan tahun 2012 adalah 18 unit dengan kapasitas penghuni sampai dengan 455 jiwa, hingga tahun 2016 menjadi 20 unit dengan jumlah penghuni sebanyak 652 jiwa.

 

Sumber : Sistem Informasi Profil Daerah (SIPD) Kabupaten Tegal Tahun 2016 (Cetak Th 2017)

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 9.700 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 9.000 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 10.950 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 29.700 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.000 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 31 Agustus 2017