Kesejahteraan Sosial

 

Persoalan besar bagi semua daerah adalah menurunkan angka kemiskinan. Jumlah penduduk miskin di Kabupaten Tegal dalam kurun waktu 2 tahun (2011-2012) menunjukkan tren positif/menurun, tercatat pada tahun 2011 pada angka 182.542 jiwa (13,11%), kemudian tahun 2012 turun menjadi 161.116 jiwa (10,75%). Batasan/garis keluarga/seseorang (garis kemiskinan) disebut miskin di wilayah Pedesaan pada tahun 2011 adalah Rp. 204.093,- dan pada tahun 2012 kembali naik menjadi Rp. 222.700,-. Sebagai wujud upaya penanganan masalah kemiskinan dengan digulirkannya program Raskin, dimana jumlah kuota penerima Raskin Kab. Tegal adalah sebanyak 161.116 orang.

Sebagai gambaran dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial perlu adanya rekam data jumlah penduduk rawan sosial dan sarana (seperti: anak jalanan, penderita sakit jiwa, gepeng, pekerja seks komersial, penderita HIV/AIDS, penderita narkoba, fakir miskin, balita terlantar, anak terlantar dan lain-lain). Jumlah penduduk rawan sosial cenderung fluktuatif dari tahun ke tahun. Di tahun 2011 sebanyak 98.838 jiwa, tahun 2012 turn menjadi 87.559 jiwa, tahun 2013 naik menjadi 97.243 jiwa dan tahun 2014 menjadi 95.628 jiwa. Masalah Sosial yang perlu memperoleh perhatian, yaitu banyaknya jumlah anak jalanan, meningkatnya jumlah pekerja seks komersial, dan bertambahnya penderita  narkoba. Pada tahun 2011-2014 jumlah anak jalanan berturut-turut adalah: 780 anak; 63 anak; 107 anak dan 103 anak. Penderita narkoba di Kab. Tegal dilihat dari data sangatlah mengkhawatirkan. Dapat menunjukkan sebagai berikut: pada tahun 2011 sebanyak 423 orang, di tahun 2012 meningkat lagi menjadi 431 orang, di tahun 2013 tetap 431 orang, di tahun 2014 jumlahnya menjadi 156 orang. Hal tersebut juga terjadi pada jumlah Wanita Tuna Susila atau Pekerja Seks KOmersial (PSK) yang dari tahun ke tahun mengalami peningkatan. Tercatat dari tahun 2011-2014 jumlahnya meningkat, dari 456 orang menjadi 462, 472, 498 orang. Banyaknya jumlah PSK tersebut terkait dengan besaran jumlah kasus HIV/AIDS, sebagaimana tercatat dalam data 2011-2014 yaitu: 100 orang di tahun 2011; 118 orang tahun 2012 dan tahun 2013 dan di tahun 2015 mengalami penurunan menjadi 74. Sebagai upaya dalam penanganan masalah sosial tersebut, Pemerintah Daerah bekerja sama dengan masyarakat (lembaga sosial kemasyarakatan) berusaha memfasilitasi prasarana berupa panti asuhan, tercatat jumlah panti asuhan tahun 2011 adalah 18 unit dengan kapasitas penghuni sampai dengan 455 jiwa, hingga tahun 2015 menjadi 20 unit dengan jumlah penghuni sebanyak 652 jiwa.

 

Sumber : Sistem Informasi Profil Daerah (SIPD) Kabupaten Tegal Tahun 2015 (Cetak Th 2016)

Harga Kebutuhan

Harga kebutuhan berdasarkan Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tegal adalah :

Beras IR 64 ( kw premium ) : 8.500 / Kg
Beras IR 64 ( kw medium ) : 8.000 / Kg
Gula Pasir Kristal ( kw medium ) : 15.000 / Kg
Minyak Goreng Curah (tanpa merek) : 23.000 / Liter
Minyak Goreng merk Bimoli (botol) : 14.000 / Liter

Daftar Harga lengkap...

Dinas Perindustrian Dan Perdagangan Kabupaten Tegal
Update : Kamis, 26 Mei 2016